JAKARTA, – Sebanyak 8.000 anak sekolah yang terdampak bencana banjir dan siklon di tiga wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menerima paket perlengkapan sekolah (school kit) dukungan Hong Kong SAR Government melalui Disaster Relief Fund (DRF) yang dikelola oleh Hong Kong Red Cross (HKRC), bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Di Aceh, sebanyak 4.000 paket 0l sekolah disalurkan kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe. Di Sumatera Utara, tidak kurang dari 2.500 paket diberikan kepada anak-anak sekolah di Kota Sibolga, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sementara itu, di Sumatera Barat 1.500 paket diberikan kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Penyaluran paket perlengkapan sekolah dilakukan secara bertahap, yaitu mulai 1-5 Juni 2026 oleh PMI setempat, bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat. Setiap paket berisi tas sekolah dan berbagai perlengkapan belajar yang dibutuhkan siswa untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti alat tulis, buku tulis, sampai tempat makan dan botol minum.
Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi tersebut tidak hanya merusak berbagai infrastruktur dan permukiman warga, namun juga mengganggu kegiatan belajar ribuan anak. Banyak keluarga kehilangan harta benda dan harus memprioritaskan kebutuhan dasar sehingga perlengkapan sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang sulit dipenuhi.
Dijelaskan perwakilan dari Palang Merah Hong Kong, paket perlengkapan sekolah ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan masyarakat Hong Kong kepada anak-anak yang terdampak bencana di Indonesia.
"Segera setelah siklon dan banjir melanda Indonesia tahun lalu, Hong Kong Red Cross memperoleh informasi dari pihak PMI dan berbagai laporan berita bahwa bencana tersebut berdampak besar terhadap masyarakat di Sumatra dan Aceh. Sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta mitra dekat PMI, kami segera memobilisasi sumber daya dari para donor dan melakukan analisis kebutuhan di wilayah terdampak. Berdasarkan hasil asesmen, kami memutuskan untuk mengalokasikan dukungan bagi pengadaan dan distribusi paket perlengkapan sekolah kepada 8.000 siswa yang terdampak bencana," ujar Jean Lin, Programme Coordinator, International and Relief Service, Hong Kong Red Cross. (*/ella)
