JAKARTA, mediabhayangkara.id — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menjadi titik penting untuk menegaskan arah transformasi yang terus digencarkan dalam memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi pembangunan nasional.
Mengusung tema “28 Tahun BP BUMN: Bergerak dalam Transformasi, Menguatkan Peran untuk Negeri,” peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang sekaligus penegasan komitmen ke depan.
Selama hampir tiga dekade, BP BUMN terus mendorong penguatan kelembagaan, perbaikan tata kelola, serta penajaman fungsi pengaturan dan pengawasan.
Transformasi yang dijalankan tidak hanya dimaknai sebagai perubahan struktural, tetapi sebagai upaya berkelanjutan untuk membangun BUMN yang lebih sehat, efisien, kompetitif, dan adaptif menghadapi dinamika global.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak terlepas dari komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Transformasi ini tidak mungkin terjadi tanpa komitmen bersama. Konsolidasi yang telah dilakukan menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan keseriusan, BUMN mampu menjadi entitas yang lebih kuat dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang menonjol adalah konsolidasi dan streamlining BUMN, sehingga setiap entitas memiliki fokus usaha yang lebih jelas dan fondasi bisnis yang lebih kokoh.
Upaya ini dinilai krusial dalam menciptakan BUMN yang semakin profesional dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan HUT ke-28 BP BUMN juga diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng di Kantor BP BUMN sebagai simbol rasa syukur atas capaian yang telah diraih.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf dan Tedi Bharata, mencerminkan soliditas dan kebersamaan seluruh insan BUMN dalam melanjutkan agenda transformasi.
Lebih dari sekadar perayaan, momentum ini menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Dony menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kesamaan visi di tengah dinamika yang terus berkembang.
“Di usia ke-28 ini, BUMN telah semakin matang. Namun tantangan ke depan tidak semakin ringan. Kita harus tetap solid, memiliki satu visi dan tujuan, agar BUMN semakin kuat dan mampu berkontribusi lebih besar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh arah transformasi harus tetap berpijak pada tujuan utama pendirian BUMN, yakni memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.
Ke depan, BP BUMN berkomitmen memperkuat transformasi melalui kebijakan yang lebih tajam, pengawasan yang semakin efektif, serta sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan BUMN tetap menjadi pilar strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*/ella)
Sumber : Biro Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BP BUMN
