Bupati Ende Getol Hilangkan Pokir, Oknum Pimpinan OPD Di Ende Datangkan Paket Buat DPRD Ende


Bhayangkara.id - NTT- Ende.  Pemerintah  Daerah Kabupaten Ende saat ini dalam kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda dan  Wakil Bupati Dominikus Minggu Mere lagi berupaya untuk mengatasi beban hutang yang harus diselesaikan  pada tahun 2025 sebesar Rp.120 miliar. 

Salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi anggaran pekerjaan di luar Pokir dan pembelanjaan yang tidak perlu, mengurangi anggaran Dana  Pokir, serta berupaya untuk menggenjot peningkatan PAD. Hal ini dilakukan karena beban utang yang dihadapi saat ini sangat berat.
Upaya pemerintah  tersebut  tidak sepenuhnya mendapat dukungan dan kerja sama yang baik dari pimpinan OPD selaku  pembantu Bupati dalam mendukung kerja - Kerja Bupati, dan juga Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah, selaku wakil rakyat.

Kondisi ini sangat memperhatinkan, karena pemerintah boleh berupaya untuk  efisiensi anggaran dan Peningkatan PAD,  namun dilain pihak  Pimpinan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Ende,  dan DPRD di Ende diduga bagi - bagi Proyek untuk memperkaya diri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, pada tahun anggaran 2025 memiliki 180 lebih jenis paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut  105  paket  diduga dibagi bagi kepada anggota DPRD Ende.

Hal ini, diungkapkan oleh salah seorang staf di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Ende kepada media ini, melalui sambungan  telephone, pada  Minggu,          ( 28/09/2025)

 "Saya  hanya menyediakan Produk Ari, jumlahnya ada 180 lebih paket. 105 paket itu jatahnya DPRD Ende. Semua sudah diatur oleh  Pimpinan Ari, saya tidak punya  wewenang." katanya.

Sementara itu, Sabri Indra Dewa anggota DPRD Ende dari Partai PDI Perjuangan, saat dihubungi media ini, terkait persoalan tersebut di atas, belum memberikan komentar, karena lagi dalam perjalanan.

Ignas / Khanza